CERDAS, DISIPLIN, MANDIRI, SOLIDER, BERTAKWA

Retret Peserta didik Kelas VI “BERSAMA DIA AKU BISA”

BERSAMA DIA AKU BISA

            Jejak refleksi dan permenungan anak-anak kelas VI SD Pangudi Luhur Yogyakarta angkatan 2025/2026, tertoreh dalam di kompleks artistik dengan suhu udara yang sejuk di kaki Gunung Ungaran. Area yang dirancang khusus para petinggi Bruder FIC sebagai sarana tempat mengolah rasa dan jiwa, menata laku dan interaksi antarsesama dan alamnya, menjadi saksi bisu kegigihan anak-anak istimewa dari SDPL Kidul Loji Yogyakarta.

Gedung kokoh nan megah dengan desain artistik seolah ikut berdinamika. Para pendamping bersama para Bruder FIC menjadi inspirasi dalam membangun integritas diri melalui dinamika penuh inspirasi menjadi tujuan utama mereka.

Rabu, 21 Januari 2026 dengan semangat yang membara dan wajah berseri, anak-anak SD Pangudi Luhur Yogyakarta tingkat akhir melangkah dengan gagah keluar dari kompleks SD Pangudi Luhur Yogyakarta, menuju area parkir bus di Jalan Panembahan Senopati 18. Anak-anak dan para guru pendamping masuk bus masing-masing. Pengecekan peserta dan kesiapan para kru, menjadi tanda mulainya keberangkatan.

Mesin bus pun menyala, tak lama roda berputar meninggalkan kompleks parkir. Pelan namun pasti iringan empat bus mulai meninggalkan komplek penuh kenangan.  Lambaian tangan para orang tua mengiringi perjalanan mereka “Selamat jalan anak-anakku, selamat berproses untuk menemukan jati diri dan membuka hati akan tugas serta panggilan Sang Khalik padamu, Nak.… Semoga sukses selalu”. Itulah kira-kira ungkapan mereka dalam benaknya.

Dalam kegembiraan perjalanan yang penuh kesan, terungkap celotehan dan candaan khas anak-anak SD Pangudi Luhur. Lagu karaoke yang dinyanyikan dan cerita unik yang diungkapkan mengiringi laju bus. Teka-teki lucu pun tak luput keluar dari mulut mungil anak-anak sebagai pengisi perjalanan.

Setengah perjalanan pun dilalui, dan waktu sudah menunjukkan pukul 13.00, anak-anak disuguhkan nasi box yang terbungkus rapi dalam balutan higienis. Setelah membersihkan tangan dengan tisu basah dan doa singkat, mereka menikmati santapan itu.  Antara nikmat rasa masakan dan rasa lapar membuat kenikmatan tersendiri dalam kerbersamaan satu kelas beserta para pendamping setia.

Tak terasa waktu begitu cepat melaju, tempat yang dituju telah berada di depan mata. Dengan semangat membara, mereka menuruni bus dan mengambil tas-tas bawaan. Gejolak rasa ingin tahu yang tinggi mendorong mereka bergegas memasuki kamar masing-masing sesuai data yang tertulis di buku panduan. Setelah sejenak beristirahat merasakan udara dingin yang telah merasuki badan, tidak mengendorkan semangat anak-anak untuk menyegarkan diri dengan merasakan pertama kali air di sana.

Tepat pukul 16.00 WIB, bel tanda untuk menikmati makananan kecil berbunyi nyaring. Anak-anak bergegas menuju refter dan menikmati kudapan sajian khas Bandungan.  Meja dan kursi refter menjadi saksi bisu keakraban dan ungkapan yang meluncur dari mulut anak-anak sambil menikmati makanan ringan yang disajikan serta minuman secara prasmanan. Kurang lebih 15 menit anak-anak selesai menikmati, lalu mengembalikan gelas dan taktakan tempat kudapan ke dapur.

“Teng-teng-teng……” bel tanda masuk ke ruang kapel berbunyi. Anak-anak dengan tertib memasuki kapel disambut ramah oleh para Bruder pendamping. Ruangan yang nyaman dan indah, dengan fasilitas yang lengkap turut menyambut anak-anak yang masih polos itu. Game-geme yang asyik sebagai pembuka retret menambah semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan.

Sambutan dari Bapak Kepala SD Pangudi Luhur 2, Bapak Antonius Tony Budisantosa bergema dalam ruangan sebagai tanda penyerahan anak-anak kepada para Bruder pendamping. Gayung bersambut, ungkapan itu diterima dengan baik oleh para Bruder pendamping, dilanjut dengan ibadat pembuka dengan tema My all time for listening of God sebagai pengendapan dan mohon berkat Tuhan selama berproses bersama. Dilanjutkan dengan penjelasan hal-hal praktis yang harus diikuti selama berproses bersama.

Pukul 19.00 anak-anak makan bersama di refter yang pertama dan dibuka dengan doa oleh salah satu peserta. Selesai makan, lanjut dengan kegiatan disposisi diri, dengan tema”Aku bertumbuh dalam iman Tuhan”, di sini anak-anak dibuka pemahaman dan wawasannya bahwa tumbuh kembang yang selama ini dialami merupakan berkat Tuhan bersama orang-orang yang ada di sekitarnya, termasuk orang tua, saudara, teman, dan para guru di sekolah.

Pada hari kedua anak-anak dibuka seluruh potensi yang dimiliki dengan renungan “ Mentalku kuat dan Tangguh”. Di sini, bersama pendamping mainset mereka dibuka, kesadasaran meraka ditembus, dan kepribadian mereka diolah untuk menjadi pribadi yang benar-benar kuat, setangguh Tuhan Yesus dalam menghadapi kayu salib. Proses itu dibalut dengan kegiatan outbond yang seru dan menantang. Game roda gila, mutiara terpendam, naga menelan bumi, serta game-game lain mengolah mereka menjadi pribdi-pribadi yang kuat.

Di akhir kegiatan, anak-anak mengendapkan seluruh pengalaman dan menorehkan ungkapan hati dan ketulusan niat untuk dipersembahkan dalam misa penutupan. Ungkapan dan catatan diri serta harapan ke depan merake torehkan dalam selembar catatan. Ungkapan penyesalan atas segala tindakan yang selama ini meraka lakukan menjadi awal perjuangan baru setelah dimurnikan dengan kegiatan berkesan di rumah retret Syalom, Bandungan. By. Adrianus Sugiarta

Yogyakarta, 23 Januari 2026

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest