CERDAS, DISIPLIN, MANDIRI, SOLIDER, BERTAKWA

Pendidikan Holistik FIC: Relevan Sejak 1940 Hingga Kini

Pendidikan Holistik FIC: Relevan Sejak 1940 Hingga Kini

 Yogyakarta – Pendidikan yang berkualitas tidak hanya lahir dari perubahan kurikulum, tetapi juga dari pemahaman yang mendalam terhadap filosofi yang menjadi fondasinya. Semangat itulah yang mewarnai Workshop Pendidikan bagi guru dan karyawan PG–TK–SD Pangudi Luhur Yogyakarta pada Kamis, 25 Juni 2026, pukul 08.00–11.00 WIB di Ruang Guru SD Pangudi Luhur Yogyakarta.

Kegiatan yang menghadirkan Bruder Agustinus Marjito, FIC, anggota Dewan Umum Kongregasi Bruder FIC, ini menjadi kesempatan berharga bagi para pendidik untuk kembali menyelami akar dan jati diri pendidikan Pangudi Luhur. Melalui pemaparan yang inspiratif, peserta diajak memahami bahwa filosofi pendidikan Bruder FIC yang tertuang dalam dokumen sejak tahun 1940 ternyata telah mengandung gagasan yang sangat visioner dan tetap relevan hingga saat ini.

Dalam paparannya, Bruder Agustinus menjelaskan bahwa sejak awal Kongregasi Bruder FIC memandang pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi manusia yang utuh. Pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik semata, tetapi mencakup perkembangan fisik, mental, intelektual, emosional, sosial, dan rohani. Cara pandang tersebut menjadi fondasi yang mengarahkan peserta didik untuk bertumbuh secara seimbang sebagai pribadi yang berkarakter, beriman, cerdas, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Menariknya, filosofi pendidikan yang telah dirumuskan lebih dari delapan dekade lalu tersebut memiliki keselarasan dengan arah kebijakan pendidikan modern yang kini dikenal sebagai pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan ini menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran yang tidak hanya menghafal pengetahuan, tetapi mampu memahami makna, berpikir kritis, memecahkan persoalan, berkolaborasi, serta menerapkan nilai-nilai kehidupan dalam keseharian. Dengan demikian, nilai-nilai pendidikan FIC terbukti telah melampaui zamannya dan menjadi pijakan yang kokoh dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh refleksi. Guru dan karyawan tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga diajak untuk melihat kembali panggilan mereka sebagai pendidik. Menjadi guru di lingkungan Pangudi Luhur berarti tidak sekadar menyampaikan materi pelajaran, melainkan mendampingi setiap anak agar mampu menemukan potensi terbaiknya dan berkembang menjadi pribadi yang utuh. Pendidikan diibaratkan seperti merawat sebuah taman; setiap anak adalah bunga yang memiliki warna, keunikan, dan waktu mekar yang berbeda. Tugas pendidik adalah merawat, menyiram, dan menemani proses pertumbuhan tersebut dengan kasih dan keteladanan.

Workshop ini menjadi pengingat bahwa kekuatan pendidikan Pangudi Luhur tidak hanya terletak pada inovasi pembelajaran, tetapi juga pada kesetiaan menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Kongregasi Bruder FIC. Warisan tersebut terus hidup melalui pelayanan para guru yang belajar tanpa henti, beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tetap berakar pada semangat membentuk manusia seutuhnya.

Melalui kegiatan ini, PG–TK–SD Pangudi Luhur Yogyakarta semakin meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang relevan, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Dengan berpijak pada filosofi yang telah teruji oleh waktu, sekolah terus melangkah menghadirkan pembelajaran yang mendalam, sehingga setiap peserta didik tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara pribadi, tangguh dalam menghadapi tantangan, dan siap menjadi terang bagi masyarakat.

Oleh : Yohanes Sigit Wibowo

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest