CERDAS, DISIPLIN, MANDIRI, SOLIDER, BERTAKWA

KUNJUNGAN DI MUSEUM SONOBUDOYO

KUNJUNGAN DI MUSEUM SONOBUDOYO

SD Pangudi Luhur Yogyakarta terletak di tempat yang sangat strategis, tepatnya kurang lebih 200 meter dari tiitk 0 Kota Yogyakarta, ke arah selatan. Banyak tempat di sekitar SD Pangudi Luhur yang dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran. Salah satunya adalah Museum Sonobudoyo. Museum ini terletak di sebelah barat  pintu gerbang SD Pangudi Luhur Yogyakarta.

Hari Jumat, 24 Mei 2024  siswa-siswi kelas 2 SD Pangudi Luhur Yogyakarta yang berjumlah 98 anak (4 kelas) mengunjungi museum ini. Didampingi oleh guru kelas dan beberapa orangtua siswa, anak-anak berjalan kaki dengan penuh semangat dan gembira menuju ke museum. Anak-anak berangkat pukul 08.00, setelah kegiatan doa rosario bersama di aula.

Selain belajar mengenai peninggalan sejarah, tujuan  dilaksanakannya kegiatan kunjungan di Museum Sonobudoyo ini juga untuk menanamkan rasa kebersamaan  dengan teman, orangtua, dan guru serta  melatih untuk bertanggungjawab pada diri sendiri (anak-anak dilatih untuk tetap bersama dengan rombongan satu kelompoknya, tidak boleh berpencar meninggalkan kelompoknya). Dengan mengunjungi museum ini, para siswa dikenalkan dengan koleksi benda bersejarah yang mengandung nilai-nilai budaya dan sejarah Jawa serta benda-benda koleksi yang berkaitan dengan budaya Bali. Selain itu anak-anak dapat belajar secara nyata mengenai tempat-tempat umum (Pelajaran Bahasa Indonesia) dan juga mengetahui sejarah asal mula aksara Jawa (Pelajaran Bahasa Jawa).

Para siswa memasuki Museum Sono Budoyo dibagi dalam dua kelompok. Kelas 2PL 1 dan 2PL2 yang didampingi tour guide bernama Mbak Lintang. Kelas 2PL3 dan kelas 2PL4 yang didampingi tour guide yang bernama Mas Aro. Ada banyak ruang yang dapat dikunjungi di museum ini, diantaranya ruang topeng, ruang batik, ruang ukir, ruang logam, ruang mainan, dan ruang prasejarah. Walaupun banyak ruang yang dikunjungi, anak-anak merasa betah karena ruangan di museum ini terasa sejuk dan nyaman dengan kelengkapan AC nya. Ada hal mencolok yang membuat anak-anak kagum yaitu adanya teknologi video mapping di area perjamuan dan perhelatan, area wayang, dan area keris.

Selain dapat melihat-lihat koleksi benda-benda bersejarah, para siswa diberi kesempatan  menyaksikan beberapa video seperti kisah Ramayana, asal mula aksara Jawa, dan sebuah film pada masa pemerintahan VOC. Para siswa sangat tertarik dan antusias melihat video dan film tersebut. Di beberapa sudut ruang ada alunan gamelan yang dimainkan dan  praktik membatik.

Tidak terasa selama dua jam para siswa mengunjungi semua ruang di museum  yang

terdiri dari tiga lantai ini. Jika merasa lelah karena naik hingga lantai3, pengunjung bisa turun ke lantai 1 dengan menggunakan lift. Hal yang luar biasa bisa berkunjung di Museum  Sonobudoyo yang sudah modern ini. Kamipun kembali ke sekolah dengan hati yang gembira.


(Anastasia Sri Lestari)


Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest