Rekoleksi Peserta didik Kelas IV SD Pangudi Luhur Yogyakarta
Pada hari Sabtu, tanggal 7 Maret 2026 di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan, anak-anak kelas IV SD Pangudi Luhur Yogyakarta mengadakan kegiatan rekoleksi. Kegiatan rekoleksi berlangsung dalam waktu sehari mulai pk 07.30 hingga pk 13.00.
Kegiatan rekoleksi ini bertujuan untuk mengenal dan memahami mengenai panggilan hidup (hidup selibat ata
u kaum awam), menumbuhkan sikap persaudaraan dan kasih kepada sesama, serta menumbuhkan kesadaran iman tentang berdoa dan beribadah sebagai wujud syukur kepada Allah. Adapun tema yang diambil yaitu “Cintaku Untuk Tuhan”. Tema ini ingin menjelaskan bahwa masing-masing
anak sudah dicintai Tuhan dalam hidup mereka. Cinta itu secara nyata dapat dirasakan melalui kehadiran keluarga, guru, dan teman. Sebagai seorang murid, wujud syukur atas cinta itu adalah dengan belajar. Akan tetapi, keseriusan dalam belajar itu juga harus disertai dengan doa yang menjadi kekuatan anak-anak. Dengan berdoa, anak-anak disadarkan bahwa mereka pun masih memiliki keterbatasan, tetapi Tuhan selalu mencukupkan. Inilah gambaran anak-anak Kristiani yang senantiasa mengandalkan Tuhan dan mampu merasakan kehadiran Tuhan dalam diri sesama.
Orangtua mengantar dan menjemput anak-anak di Seminari. Kegiatan diawali dengan mengisi presensi kehadiran lalu, anak-anak dikumpulkan dan disambut oleh Tim Frater yang akan mendampingi mereka selama rekoleksi di kapel. Tim Frater terdiri dari Frater Aaron Angki Reikan (Fr. Angki), Frater Adityo Seno Herdianto (Fr. Seno), Frater Robertus Dwika Tegar Ardiansah (Fr. Tegar), Frater Vincentius Happy Bayu Widyawan (Fr. Happy), Frater dan Yohanes Ersa Noverlian (Fr. Ersa). Suatu kebanggan bagi kami bahwa Frater Angki merupakan alumni SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Saat acara pembuka di kapel Tim Frater menyapa, berkenalan, bernyanyi, bercerita dan bermain bersama anak-anak. Anak-anak sangat senang dan snagat antusias dalam mengikuti kegiatan rekoleksi ini.
Sesi berikutnya yaitu anak-anak akan diajak belajar tentang sebuah cinta yang sangat istimewa. Anak-anak dibagi menjadi 4 kelompok (sesuai kelasnya) untuk berdinamika di ruangan-ruangan yang sudah ditentukan. Kelas IV A PL I di kapel bersama Fr. Seno , kelas IV B PL I di ruang kelas bersama Fr. Happy, kelas IV A PL II di ruang kelas bersama Fr. Ersa, dan kelas IV B P
L II di ruang kelas bersama Fr. Tegar. Anak-anak diajak berefleksi mengenai ci
nta Tuhan sudah lebih dahulu ada untuk kita, dan seberapa jauh kita merasakan cinta Tuhan serta sudahkah kita mencintai Tuhan melalui sesama? Dalam perenungan ini juga anak-anak diajak untuk menyimak kembali kisah Petrus, murid yang sangat dikasihi Yesus. Walaupun Petrus berbuat salah, namun Yesus tidak marah dan menghukumnya, melainkan Yesus sangat mengasihinya dengan meminta Petrus untuk menggembalakan domba-dombaNya.
Wujud Cinta tidak hanya dipahami secara materi namun harus diwujudkan. Tim Frater telah mengemas 4 permainan yang memiliki maknanya masing-masing. Ada permainan Memasukkan Paku, makna tersiratnya yaitu anak-anak diajak untuk mewujudkan tujuan hidupnya bersama-sama, adapun kendala
dan hambatan saat meraihnya, anak-anak harus tetap bekerja sama dan tidak saling menyalahkan satu sama lain. Permainan berikutnya Menyeberang Pulau, jika mendapat nilai jelek pasti ada rasa sedih dan tidak semangat namun dari permainan ini anak-anak belajar dari kegagalan, dan harus tetap tekun, kompak, serta mendengarkan nasihat baik dari orang lain. Permainan Pindah Bumi memiliki makna kalau ada teman marah sebaiknya tidak dimusuhi, dan tidak saling menyalahkan, namun harus tetap kompak dan saling mendukung. Permainan berjudul Gembala dan Lomba, anak-anak diajak untuk mengenali gembala mereka karena gembala itulah yang akan menuntun mereka menuju tempat aman. Konteks gembala yang dimaksud adalah Tuhan Yesus sendiri. Tuhan Yesus tidak akan pernah menyesatkan domba-dombaNya, justru akan mengarahkan ke tempat yang indah dan terbebas dari segala bahaya.
Kegiatan rekoleksi diakhiri dengan salam pen
utup, pemberian kenang-kenangan untuk Tim Frater, foto bersama, dan makan siang. Harapannya dari kegiatan rekoleksi ini anak-anak kelas IV SD Pangudi Luhur Yogyakarta menjadi pribadi yang semakin mencintai Tuhan dengan menumbuhkan sikap persaudaraan dan kasih kepada sesama. Anak-anak juga diharapkan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap proses kehidupan yang sedang mereka lalui.
Penulis: Fransisca Bertania Delani
