Harmoni dalam Keberagaman: Kemeriahan Perayaan Imlek 2026
di SD Pangudi Luhur Yogyakarta

Suasana semarak menyelimuti kompleks SD Pangudi Luhur Yogyakarta dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2026 yang dirayakan pada Kamis, 19 Februari 2026. Sejak pagi, nuansa Imlek sudah terasa ketika para murid sudah hadir di sekolah mengenakan pakaian nuansa merah yang memberi suasana semangat, kekuatan, dan antusiasme. Perayaan tahun ini terasa sangat istimewa karena mengusung konsep perpaduan antara tradisi dan kreativitas modern yang melibatkan seluruh elemen sekolah. Acara dibuka oleh Kepala Sekolah SD Pangudi Luhur II, Bapak Antonius Tonny Budisantoso, S.Pd. Dalam sambutannya, Pak Tonny, menyampaikan bahwa Imlek tahun 2026 ini dirayakan untuk memberi wadah bagi keberagaman yang terdapat di sekolah tercinta. Selanjutnya, Pak Tonny menegaskan bahwa Imlek sebagai sebuah tradisi layak dirayakan untuk menghormati tradisi para leluhur sehingga segala kebaikan yang sudah diwariskan harus diperingati dengan sukacita dan penuh makna.
Gema tabuhan drum dan simbal yang ritmis menandai dimulainya acara dengan atraksi Barongsai. Kelincahan para pemain barongsai yang menari dan melompat di area lapangan memicu sorak-sorai dan tawa ceria para murid. Di akhir penampilan barongsai, para murid dengan berani memberikan “ang pao” sebagai bentuk apresiasi, menciptakan interaksi budaya yang hangat dan penuh makna.
Arena aula kemudian menjadi saksi bisu talenta luar biasa para murid dalam bidang seni suara, seni musik, dan seni tari. Dengan penuh percaya diri, tiga penari, Langit, Gaby, dan Radia mempersembahkan tarian kipas mengenakan kostum tari yang apik dan unik dilanjutkan dengan penampilan ballerina cilik, Naya, menampilkan tari balet dengan iringan musik Mandarin. Naya menampilkan keseimbangan tubuh yang anggun dan halus ditopang dengan sepatu pointe yang dipakainya pas di kakinya yang ramping. Sementara itu tiga penyanyi cilik, Felicia, Gwen, dan Belva membawakan lagu-lagu Mandarin populer dengan pelafalan yang apik. Alunan nada yang harmonis ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para murid untuk mengenal dan menghargai kekayaan bahasa serta literasi budaya internasional. Ada juga Atta, yang menampilkan permainan biola dengan lagu Gong Xi Fa Cai dilanjutkan dengan Kanstya dengan tabuhan drumnya yang begitu bersemangat serta Naya dengan permaianan keyboardnya yang manis sekaligus indah.
Kejutan berlanjut saat di tengah halaman sekolah berubah menjadi lintasan atraksi fisik yang memukau. Demonstrasi senam lantai ditampilkan oleh Ariana, atlet senam lantai Kota Yogyakarta, yang menggabungkan ketangkasan, disiplin, kekuatan fisik, serta keindahan gerakan senam lantai. Selanjutnya, acara ketangkasan disambung dengan persembahan atlet roller skater kebanggaan sekolah, Vestra, yang meluncur dengan kecepatan tinggi namun tetap anggun, melakukan berbagai manuver yang mengundang decak kagum.
Salah satu sesi yang paling dinanti adalah fashion show antar kelas. Mengenakan beragam busana nuansa merah, beberapa ada yang memakai busana khas Cheongsam dan Changshan, semua murid dipimpin oleh guru kelas masing-masing berjalan lenggak-lenggok melintasi lapangan utama dengan gaya yang khas masing-masing. Kompetisi busana ini menjadi wadah bagi murid untuk mengekspresikan diri sekaligus mempererat kekompakan antar kelas melalui dukungan yang diteriakkan oleh teman-teman dari pinggir lapangan. Di akhir acara fashion show, panitia memilih satu pemenang ‘best costume’ per kelas dengan pemberian hadiah yang menarik dan indah.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar tahun 2026 membawa keberuntungan bagi seluruh keluarga besar SD Pangudi Luhur Yogyakarta. Melalui kemeriahan yang melibatkan berbagai bakat ini, sekolah berhasil menanamkan nilai toleransi dan semangat kebhinekaan sejak dini. Perayaan ini bukan sekadar pesta, melainkan sebuah perayaan identitas bangsa yang majemuk dalam bingkai kasih dan persaudaraan. (Chatarina Wahyu Pengasih)
